Jumat, 05 April 2013

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL BERDARSARKAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADASAHAM LQ-45


ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL BERDARSARKAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADASAHAM LQ-45

Kegiatan investasi pada hakikatnya memiliki tujuan untuk memperoleh keutungan tertentu. Motif mencari keuntungan merupaka hal yang membedakan kegiatan investasi dengan kegiatan menabung adalah untuk perlidingan serta untuk memperoleh rasaaman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan sejumlah dana.
Dalam melaksanakan kegiatan investasi, seorang investor dihadapkan pada dua hal yaitu tingkat pengembalian  dan juga resiko yang mungkin timbul akibat adanya ketidakpastian. Investasi di pasar modal menjadi piliha di kalangan investor, karena menjanjikan tingkat return yang lebih tinggi. Namun perlu kita ingat bahwa semakin besar return, maka tingkat risikonya akan semakin besar pula. Maka para investor meminimalkan resiko yang mereka tanggung dengan melakukan diversifikasi, diversifikasi dapat di wujudkan dengan cara mengkombinasikan berbagai sekuritas dan investasi, dengan kata lain meraka mereka membentuk portofolio. Metode analisis model indeks tunggal dapat digunakan untuk menentukan saham-saham yang membentuk portfolio optimal serta proporsinya.
            BE J membuat suatu indeks yang dikenal sebagai indeks liquid 45(LQ-45), indeks ini terdiri dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasarbesar dan likuiditas yang tinggi. pembentukan portofolio optimal pada bulan juli 2007 – juni 2009 dari 23 saham LQ-45 yang kontinyu masuk dealm indeks LQ-45, terdapat 4 saham yang dapat membentuk portofolio optimal yaitu, PTBA(Tambang Batubara  Bukit Asam Tbk)sebesar 60,4876%, INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk) sebesar 27.1575%, UNTR (United Tractors Tbk) sebesar 10.7909%, AALI (Astra Agro Lestari Tbk) sebesar !.5640%. Portofolio tersebut menjanjikan tingkat pengembalian sebesar 4.8693% per bulan dengan standar devisiasi / risiko sebesar 23.8590%



Tujaan Penelitian
                Penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Menentukan saham-saham yang membentuk portofolio optimal dari saham-saham LQ-45 dengan model indeks tunggal serta proposinya.
2.      Mengetahui return ekspetasi dan risiko portofolio tersebut.
3.      Mengetahu analisis potofolio optimal berdasarkan model indeks tunggal.

Return dan Varian Pasar
                Indeks pasar yang dapat di pilih untuk pasar BEJ yaitu IHSG ( Indeks Harga Saham Gabungan ). Dalam penelitian ini digunakan data IHSG yang diambil pada akhir bulan lalu.

Model Indeks Tunggal
                 Nilai Beta dan Alpha dari masing-masing saham dapat diperoleh dengan menggunakan SPSS dengan  metode analisis regresi linear, dengan menggunakan return sekuritas per bulan sebagai variabel dependen dan return paar per bulan sebagai variable independen . Berikut ini adalah table yang menunjukan besarnya Beta dan Alpha dari 23 saham LQ-45
       Table 3.2
Beta dan Alpha 23 saham LQ-45
Kode
βi
Αi
AALI
1.407164
0.027075
ANTM
1.252253
0.001382
ASII
1.414516
0.025366
BBCA
0.763907
-0.005291
BBRI
1.210685
0.011224
BDMN
1.141404
-0.002695
BLTA
1.484301
-0.020459
BMRI
1.208019
0.008095
BNGA
1.278007
-0.001247
BNII
-0.313398
0.048883
CTRA
1.242157
0.011718
INCO
1.733776
-0.022069
INDF
1.343070
0.007682
INKP
1.444167
0.054995
ISAT
0.551368
-0.006896
MEDC
1.228471
0.005931
PGAS
1.168216
-0.005700
PTBA
1.431157
0.040880
SMCB
1.621676
0.022161
TINS
1.628607
0.004492
TLKM
0.596797
-0.008758
UNSP
2.209811
0.000131
UNTR
1.539119
0.030304

                Saham  terhadap kondisi pasar secar umum ditunjukan oleh koefisien Beta (β). Koefisien beta dapatbernilai positif maupun negative. Jika beta positif, maka kenaikan return pasar akan menyebabkan kenaikan return  saham. Sedangkan jika beta negative, maka kenaikan return pasar akan menyebabkan penurunan retyrn saham. Berdasarkan tabel 3.2 dapat diketahui bahwa terdapat l saham dengan nilai beta negatif yaitu saham BNII ( Bank Internationaln Indonesia Tbk ).
            Risiko (varian returna) yang dihitung berdasarkan medol ini terdiri dari dua bagian : risiko yang berhubungan dengan pasar yaitu βi² . σM² dan risiko untuk masing-masing perushaan yaitu σei². Varian kesalahan residu dari 23 saham LQ-45
Table 4.3
Varian kesalahan residu dari 23 saham
LQ-45
Kode
σei²
AALI
0.018863
ANTM
0.019946
ASII
0.007612
BBCA
0.019778
BBRI
0.007849
BDMN
0.014538
BLTA
0.012828
BMRI
0.006729
BNGA
0.014295
BNII
0.033224
CTRA
0.035080
INCO
0.049125
INDF
0.009697
INKP
0.092133
ISAT
0.008736
MEDC
0.013888
PGAS
0.035025
PTBA
0.020596
SMCB
0.012310
TINS
0.045339
TLKM
0.005434
UNSP
0.023859
UNTR
0.014573

 
                Metode yang digunakan dalam pembentukan portofolio optimal ini model indeks tunggal. Berikut adalah table yang menunjukan nilai ERB dari masing-masing sekuritas.
     Table 4.4
Hasil Perhitungan Excess Return to Beta
         (ERB)
kode
ERBi
AALI
0.017808
ANTM
-0.000963
ASII
0.016526
BBCA
-0.012673
BBRI
0.007006
BDMN
-0.004987
BLTA
-0.014950
BMRI
0.004423
BNGA
-0.002926
BNII
-0.129281
CTRA
0.007321
INCO
-0.013197
INDF
0.004042
INKP
0.036779
ISAT
-0.021892
MEDC
0.002650
PGAS
-0.007360
PTBA
0.021217
SMCB
0.012910
TINS
0.002022
TLKM
-0.023065
UNSP
0.000487
UNTR
0.018695
               
                Berdasarkan table 4.4 dapat diketahui  bahwa terdapat 13 saham yang nilai ERB-nya positif dan 10 saham yang nilai ERB-nya negatif. Saham dengan nilai ERB negative berarti saham tersebut mempunyai tingkat pengembalian saham yang masih dibawah tingkat pengembalian bebas risiko saham-saham yang memiliki ERB negative tidak memenuhi syarat untuk membentuk portofolio yang optimal. Sedangkan 13 saham yang memiliki nilai ERB positif tersebut memiliki peluang untuk menjadi bagian dari portofolio yang optimal.
      Table 4.5
Perbandingan Nilai ERB dengan Ci
          Masing-masing saham
Kode
ERBi

Ci
INKP
0.036779
> 
0.007306
PTBA
0.027217
> 
0.016584
UNTR
0.018695
> 
0.017497
AALI
0.017808
> 
0.017562
ASII
0.016526
< 
0.017193
SMCB
0.012910
< 
0.016283
CTRA
0.007321
< 
0.015882
BBRI
0.007006
< 
0.014462
BMRI
0.004423
< 
0.012890
INDF
0.004042
< 
0.011843
MEDC
0.002650
< 
0.011248
TINS
0.002022
< 
0.010937
UNSP
0.000487
< 
0.009836
ANTM
-0.000963
< 
0.009393
BNGA
-0.002926
< 
0.008735
BDMN
-0.004987
< 
0.008184
PGAS
-0.007360
< 
0.007917
BBCA
-0.012673
< 
0.007652
INCO
-0.013197
< 
0.007112
BLTA
-0.014950
< 
0.005615
ISAT
-0.021892
< 
0.005241
TLKM
-0.023065
< 
0.004536
BNII
-0.129281
< 
0.004386
  
                Setelah mengetahui 4 saham yang terpilih untuk masuk kedalam pembentukan portofolio yang optimal, selanjutnya menentukan proporsi (wi) yang diinvestasikan pada masing-masing saham didalam portofolio tersebut. Besar nya proporsi yang diinvestasikan pada masing-masing saham didalam portofolio adalah sebagai berikut :
1.      PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam Tbk) sebesar 60.4876%
2.      INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ) sebesar 27.1575%
3.      UNTR (United Tractors Tbk ) sebesar 10.7909%
4.      AALI (Astra Agro Lestari Tbk) sebesar 1.5640

Return Ekspektasi dan Risiko Portofolio
            Analisis portofolio menyangkut perhitungan return ekspektasi portofolio dan resikko portofolio. Perhitungan portofolio menggunakan rumus indeks tunggal didalamnya terdapat unsure Beta portofolio dan terdapat usur Alpha portofolio. Beta dan Alpha portofolio merupakan rata-rata tertimbang  (berdasarkan proporsi) dari Beta dan Alpha masing-masing sekuritas yang membuat portofolio. Beta portofpolio sebesar 1.445965 dan Alpha portofolio sebesar 0.043356
           
Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model  Indeks Tunggal
Dasar keputusan investasi terdiri tingkat return yang diharappkan dan pembentukan portofolio yang optimal. Saham-saham tersebut adalah INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk), PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam Tbk), UNTR( United TractorsTbk), AALI (Astra Agro Lestari Tbk). Dengan besarnya proporsi dana pada masing-masing saham yaitu PTBA sebesar 60.4876%, INKP sebesar 27,1575%, UNTR sebesar 10,7909%, AALI sebesar 1.5640%. portofolio yang dibentuk dari 4 saham tersebut dengan peroporsi yang telah ditentukan untuk masing-masing saham,member tingkat pengembalian sebesar 0.048693 atau 4.8693% perbulan dengan standart devisiasi / resiko 23.8590%. return tersebut merupakan return yang cukup menjanjikan, karena return portofolio tersebut diatas tingkat pengembalian pasar yang besarnya adalah 0.3691% dan masih berada diatas tingkat pengembalian bebas risiko yang besarnya adalah 0.7210% per bulan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar